Archive for February, 2008

h1

Love song versi Linkin Park?

February 29, 2008

With You

I woke up in a dream today
To the cold of the static
And put my cold feet on the floor
Forgot all about yesterday
Remembering I’m pretending to be
Where I’m not anymore
A little taste of hypocrisy
And I’m left in the wake of the mistake
Slow to react
And even though your so close to me
Your still so distant
And I cant bring you back

It’s true the way I feel
Was promised by your face
The sound of your voice
Painted on my memories
Even if you’re not with me
I’m with you

You now I see keeping everything inside (with you)
You now I see even when I close my eyes (with you)

I hit you and you hit me back
We fall to the floor
The rest of the day stands still
Fine line between this and that
When things go wrong
I pretend that the past isn’t real
I’m trapped in this memory
And I’m left in the wake of the mistake
Slow to react
So even though your close to me
Your still so distant
And I can’t bring you back

No, no matter how far we’ve come
I cant wait to see tomorrow
No matter how far we’ve come I,
I cant wait to see tomorrow
(With you)

Awalnya pengen tau aja, band2 kayak mereka kl bikin lagu cinta jadinya kayak gimana.

So, iseng2 gw menjelajahi cover kaset Hybrid Theory gw dan ternyata lagu ini bisa dibilang sangat romantis buatukuran Linkin Park :lol:

h1

P21 part 1

February 25, 2008

Andrea Pirlo lahir di Flero, Brescia, Italia pada tanggal 19 Mei 1979. Ia mempunyainiccolo seorang kakak laki-laki yang berusia tiga tahun lebih tua dan seorang adik perempuan, 10 tahun lebih muda.
Andrea menikah dengan Deborah pada 21 Juni 2001. Saat ini mereka telah mempunyai seorang putra yang diberi nama Niccolò (lahir 1 Juni 2003) dan seorang putri bernama Angela (lahir 17 November 2006).

Ternyata, ini orang nikah muda… Jadi sejak pertama kali liat penampilannya di Milan dia udah jadi punya orang :cry:
BTW, si Niccolò lucu banget deh….
Menggemaskan, kayak bapaknya…

Oops… jadi malu… :oops:

h1

Aku Masih Sayang

February 22, 2008
kau rinduku jiwaku indah memanggil dirimu
mataku terbangun untuk menanti
menantimu…
jangan pernah kau ragukan cinta yang sesungguhnya
itu bisa menghancurkan semua bukan begitu* aku sungguh masih sayang padamu
jangan sampai kau meninggalkan aku
begitu sangat berharga dirimu bagiku
dan ku pastikan setia dihatimu
dan ku korbankan semuanya untukmu
sungguh kuberharap begitu padakucoba engkau rasakan cinta yang begitukan mengesankan
yakin pasti dapatkan kemesraan yang penuh bintang

Lagu ini gw dedikasikan buat Mr. Andriy Shevchenko. Gw yakin lagu ini menggambarkan isi hatinya buat AC Milan saat ini. Gw bahkan makin yakin setelah baca berita ini, terutama paragraf terakhir :lol:

h1

H+1 after (the so called) valentine’s day

February 20, 2008

“Far too many emotion that taint my soul before my faith
and often I drown in the moment when in the end they all…
Ephemera…”
(Letto, Ephemera, Don’t make me sad)

WARNING!!!
Tulisan ini bukannya bermaksud memperpanjang masalah (karena jelas-jelas masalahnya udah diselesaikan secara baik-baik), cuma lagi pengen mencari sesuatu yang bermanfaat dari masalah ini.

Emang, emosi sesaat itu ga ada gunanya, yang ada cuma bikin susah. Sejak beberapa hari yang lalu gw jadi lebih bisa menghayati lagu yang gw kutip di atas, setelah menyaksikan bukti dari betapa banyak kerugian yang kita bisa terima kalau terhanyut dalam emosi sesaat.
Jumat 15 Februari 2008 yang lalu terjadi suatu peristiwa yang menghebohkan banyak orang (di labtek V). Alkisah tersebutlah sebuah blog, milik salah seorang mahasiswa ITB non-Informatika. Si pemilik blog ini, entah sengaja atau tidak, pada hari yang telah disebutkan me-posting tulisan yang merupakan limpahan kekesalannya terhadap seorang rekan gw di informatika. Sayangnya (mungkin karena terlalu emosi, atau terlalu bersemangat?), tulisan tersebut tanpa disadari malah menyinggung kita semua, bukannya satu orang yang menjadi objek kekesalan si pemilik blog ini. Nah, begitu mengetahui mengenai tulisan ini, sebagian dari kita merasa kesal dan tersinggung. Alhasil mereka ramai-ramai memberi comment pada tulisan tersebut. Apa tepatnya komentar dari mereka gw ga tau, karena begitu gw mengunjungi blog tersebut ternyata posting tersebut sudah menghilang dari peredaran. Biasa, ketinggalan berita :-P
Inti ceritanya sih, suatu masalah kecil yang berawal dari kekesalan pribadi si pemilik blog kepada rekan gw itu berubah menjadi masalah yang jauh lebih besar dengan melibatkan mahasiswa informatika secara umum yang tadinya tidak ada sangkut pautnya dengan masalah itu.
Dengan demikian, penyelesaian masalah pun jadi sedikit lebih rumit. Perwakilan kelompok yang terlibat berbincang-bincang dengan si pemilik blog. Akhirnya masalah ini terselesaikan melalui permintaan maaf si pemilik blog, dan kelompok tersebut pun telah menerima permintaan maaf tersebut (semoga ga ada yang masih ga enak hati nih).
Sekarang mari kita berandai-andai…
Jika saja si pemilik blog tidak terbawa emosi dan posting tulisan kontroversial tersebut di blognya (dimana didalam tulisan tersebut terdapat aksi men-generalisir masalah), ga bakal ada keributan seperti ini.
Dan seandainya, kita lebih bisa mengendalikan nada bicara, ga bakal ada orang yang terpancing emosinya seperti si pemilik blog tadi sampai dia akhirnyamengungkapkan kekesalannya melalui cara yang kurang bijak.
Semuanya berakar pada kontrol emosi… Kenapa sih mengontrol emosi itu menjadi sesuatu yang sangat sulit untuk dilakukan?

“Far too many emotion
That taint my soul
Before my faith
And often i drown in the moment
Where every path i take seem
The only on the right direction ..

So, I’m growing old but life doesn’t seem as pretty
with sometimes life as not an endless sea
(blue as the sea, blue as the sky)
everywhere I look, everywhere I turn
everytime I grow and everytime I burn
I should not mind to mourn
Sometimes it’s just ephemera…”

h1

Alberto Paloschi, the debut

February 11, 2008

Ces’t magnifique… (bener g ya ejaannya :-P)
Penampilan perdana Alberto Paloschi di Serie A bener-bener fantastis. Bahkan gw berani bilang kalo debutnya lebih fantastis dari Pato, karena dia berhasil bikin om Carlo tertawa lepas di pinggir lapangan. Hal yang baru pertama kali gw liat sejauh gw menyaksikan pertandingan-pertandingan Milan.

Buat perbandingan ya, mukanya om Carlo cuma biasa aja di pertandingan Milan vs. Napoli, debut Pato padahal itu kemenangan kandang pertama Milan musim ini. Bahkan waktu memenangkan liga champions tahun lalu pun, mukanya datar-datar aja, walaupun akhirnya matanya kelihatan berkaca-kaca :-P

Tapi tadi malam, om Carlo bener-bener tertawa lepas. Gimana ga ketawa coba, Paloschi yang baru masuk di pertengahan babak kedua cuma butuh waktu beberapa untuk mencetak gol. Sentuhan pertamanya pada bola langsung membuahkan gol satu-satunya di pertandingan ini. Ini yang bikin gw berani bilang debut Paloschi lebih baik dari Pato. Kalo pato butuh waktu 74 menit dulu sebelum mencetak gol pertamanya di Serie A, Paloschi cuma butuh 15 detik. Satu lagi yang istimewa dari Paloschi, dari tiga kali penampilan terakhirnya (dua kali di perempat final Copa Italia), dia selalu bikin gol.

Bagaimanapun keduanya belum bener-bener teruji, mesti dimainin lebih sering. Gw pengen banget liat Paloschi dipasang duet sama Pato. Mungkin ga ya…

Nah, berhubung masih berhubungan sama sepakbola nih….
Selamat buat Sriwijaya FC yang berhasil menjadi juara LDI 2007 dengan mengalahkan PSMS 3-1. Sayang pertandingannya berlangsung tanpa penonton, dan gw ga liat babak perpanjangan waktunya…

h1

Ada apa dengan siaran langsung Liga Djarum Indonesia?

February 7, 2008

Ada stasiun TV swasta yang udah beli hak siar LDI untuk beberapa tahun ke depan.

Bukannya mo protes soal penayangan LDI yang ga memuaskan, karena pada umumnya tayangan siaran langsung (apalagi tunda) event olahraga di stasiun TV swasta kita seringkali kurang memuaskan.

Banyak lah yang bisa dikasih kritikan. Tapi untuk sekarang yang mau gw bahas cuma satu. Masalah ini sebenarnya udah dari dulu yang satu ini disebut-sebut, tapi baru sekarang gw bener2 jadi sebel gara-gara masalah ini.

Jadi ceritanya, mo nonton semifinal LDI antara PSMS vs. Persipura. Gw baru mulai nonton di pertengahan babak pertama, saat pertandingan mulai seru. Pertandingannya seru ternyata karena kedua tim saling menyerang dan masing-masing punya kiper bagus (yang berarti kabar bagus buat pelatih timnas :D ). Tapi sayang pertandingan seru itu ga gw tonton sampai akhir. Gw cuma sanggup nonton sampai akhir babak pertama, yah kurang lebih 20 menit lah.

Kenapa cuma 20 menit? Karena gw muak denger komentatornya! Kayak orang paling hebat main sepakbola aja. Komentator ya ngasih komentar aja lah, jangan pake acara kritik sana kritik sini. Malah lebih banyak kritikannya daripada komentar soal jalannya pertandingan. Paling parah itu kalo ada peluang bagus yang gagal dijadiin gol. Bener-bener bikin sebel…

Pertandingan 8 besar juga gw tonton sih, dan anehnya komentatornya ga separah semifinal ini. Jadi bingung, ini gara-gara pertandingannya emang seru atau emang komentatornya aja yang rada …

Bener-bener jauh deh dibanding komentator liga-liga eropa. Komentator di liga-liga eropa itu cuma ngasih komentar ditambah informasi-informasi yang relevan sama pertandingan, bukannya malah kritikan aneh-aneh.

Duh… disaat gw mulai bisa menikmati pertandingan sepakbola dalam negeri, ada aja yang bikin gw ilfeel…

BTW, turut berdukacita atas tewasnya seorang pendukung Persija di pertandingan semifinal LDI (6 Februari 200 8)

h1

:((

February 6, 2008

Dapat nasehat nih dari seseorang yang sangat aku hormati & kagumi nih.
Dia bilang :
Shinta, rajin-rajin lah mangarajoan TA yo
Buliah bisa lulus Juli
Jan bantuak uda lo yang lulus Oktober
(Translasi :
Shinta, yang rajin ya ngerjain TA-nya
Biar bisa lulus Juli
Jangan kayak aku yang lulus Oktober)

Gw cuma bisa senyum, itupun agak dipaksa.
Buat gw, lulus Juli udah bisa dibilang ga mungkin
karena suatu dan lain hal
kecuali terjadi keajaiban
dan gw udah bisa menerima itu

Tapi dengan dia ngomong kayak gitu
jadi kerasa beda

It makes me feel…
a bit sad

Sorry, I can’t …

h1

Suatu hari di selasar Labtek V

February 1, 2008

Suatu hari terjadi percakapan antara seorang mahasiswa dan dosennya di selasar gedung kuliah. Percakapan tersebut kurang lebih  sebagai berikut :
Dosen(D) : Kamu anak IF? (Informatika, red)
Mahasiswa(M) : Iya, Bu.
D : Kalo jalan itu di sebelah kiri.
M : Oh… maaf, Bu. Terima kasih.

Singkat memang, tapi cukup berkesan. :)
It makes me think… Ada berapa orang dosen (atau untuk lebih umumnya pengajar) yang benar-benar menjalankan perannya bukan hanya untuk mengajar tapi juga mendidik? Mereka yang ga hanya memberi pengetahuan kepada siswa-siswinya di bidang akademik tapi juga memberi nasehat, teguran atau apapunlah yang membentuk tingkah laku siswa-siswinya. Gw rasa ga banyak. Mungkin banyak yang mencoba, tapi sepertinya ga banyak yang berhasil dan memang ga mudah untuk melakukannya.
Kalo boleh jujur, dari TK sampai kuliah sekarang ini gw cuma menemukan kurang dari lima orang yang mampu menjalankan perannya mendidik disamping mengajar dengan baik.
Untuk mereka, guru-guru dan dosen gw, orangtua gw yang telah mendidik gw sampai sekarang……….

TERIMA KASIH :D