Sebelum baca posting ini, gw ceritain dulu ya. Beberapa waktu yang lalu Moratti bikin pernyataan kalo Inter bakal (atw mampu y?) bikin 15 gol ke gawang Liverpool di leg ke 2 nanti. Mimpi kali yee….
Makanya, kalo mabok ya mabok aja. Jangan pake ngasih pernyataan aneh2 ke pers kalo lagi mabok. Kalo udah kayak gini mo gimana? Malu kan?
Sekali lagi gw tegaskan, gw bukan anti Inter, cm kadang gw ngerasa pernyataan Moratti suka aneh2 dan sangat pantas untuk dijadikan bahan tertawaan (bahkan oleh beberapa orang interisti). Udah jelas2 bikin 15 gol ke tim lemah aja belum bisa, pake ngomong mo menjebol gawang Liverpool 15 kali lagi. Hasilnya mana? Satu gol pun tidak, malah akhirnya Torres yang bikin gol cantik ke gawang inter. Dan sejak gol itu, interisti pun terdiam…
Untung saja beberapa waktu yang lalu Moratti sempat bikin pernyataan yang menunjukkan bahwa dia masih cukup normal. Katanya, dia ngerasa nyesel banget jual akang gw ke Milan (salah sendiri toh, udah tau Pirlo skill nya keren malah dijual :D). Jadi gw bisa menarik kesimpulan kalau Moratti, walaupun kadang pernyataannya rada aneh, ternyata masih cukup waras.
Dan sekali lagi, Inter bermain dengan 10 orang. Kapan nih resminya mo jadi kesepuluhan?
Mereka punya skill yang sangat hebat dalam hal membuat salah satu dari mereka diusir dari lapangan. Padahal menurut gw pelanggaran kedua Burdiso yang dapet kartu kuning ga penting tuh, ga perlu dilakukan.
Ibra juga kembali tidak berhasil menunjukkan performa terbaiknya (mungkin karena baru cedera juga) sehingga sepertinya semakin banyak saja yang menganggapnya badut di partai besar (ini orang-orang yang bilang lho, bukan gw). Hanya saja kalo melihat gol2nya di serie-A, masuk akal sih. Dari 15 gol yang dia hasilkan, 7 diantaranya dari titik penalti. Striker seperti apa sih yang jumlah gol penaltinya hampir 50%? Terakhir kali gw tau seorang pemain punya gol penalti hampir 50% paling cuma Pirlo (halah Pirlo lagi Pirlo lagi…), itupun jelas posisinya waktu itu memang seorang spesialis penalti dengan posisi gelandang bertahan.
Di satu sisi sebagai penikmat serie-A, agak malu2in sih tahun ini cuma ada AS Roma yang jadi wakil serie-A di perempat final champions sementara BPL punya 4 wakil. Untungnya satu dari 4 tim itu adalah Liverpool, tim kedua gw.
Semoga nanti Roma sebagai satu2nya wakil serie-A, Liverpool sebagai tim kedua gw, dan Arsenal sebagai tim yang menyingkirkan Milan bisa lolos ke semifinal.
Now Shinta, could you please just stop talking about football? You have so many other things that are far more important than this!!!