Archive for the 'Experiences' Category

h1

Dari bangku penonton

May 5, 2008

Iya, kali ini dari bangku penonton. Sudut pandang yang sama sekali berbeda dengan 3 tahun sebelumnya.

*maksudnya apa nih?
Apalagi kalo bukan Pagelaran Kesenian Minangkabau Sabtu, 3 Mei lalu yang merupakan rangkaian acara terakhir dari Pekan Pameran dan Pagelaran Budaya Minangkabau (P3BM).

*trus apa maksudnya toh mbak yang dari bangku penonton?
Ya sebelumnya kan dari tahun ke tahun gw ga bisa tuh menikmati acara dari bangku penonton karena gw ada di panggung :D
Tunggu, sebelumnya gw mau memperjelas apa yang gw lakukan di panggung. Gw di panggung bukannya main drama, bukannya be-randai, bukannya menari, tapi gw main musik! (teringat salah seorang rekan IF yang minta gw ngajarin tari piring :lol: )

*so, gimana rasanya nonton dari bangku penonton
Keren…. sumpah deh keren….
Tetep aja pagelarannya kerasa seru walaupun gw udah 4-5 kali ngeliat review latihan yang di-run dari awal sampai akhir. Ternyata memang suasana latihan dan suasana hari-H ngaruh banget. Efek sound dan lighting yang pas memang berhasil membawa suasana, walaupun lighting-man nya sempat lupa matiin lampu waktu korban2 yang ceritanya mati bangun mo ninggalin panggung :mrgreen:
Jadi kebayang…. berarti dulu gw juga keren ya pas ada di panggung (Shinta!!! dikontrol dong narsisnya :lol: )

*sukses dong acaranya…
Ya iyalah sukses….. Selamat buat panitia dan personil, acaranya sukses!!!
Mulai dari Science Tech event (30 April), Pameran Taragak jo Kampuang (1 Mei) , sampai Pagelaran Kebudayaan Minangkabau (3 Mei).
Sekali lagi selamat buat panitia dan personil. Tapi jangan lupa buat pengurus dan panitia P3BM, ditunggu LPJ-nya minggu depan (devil mode : on :lol: )
Oh ya, sekalian met berjuang buat panitia pemilu UKM tahun ini :-P

Setelah baca post-nya Reisha soal acara ini, gw sungguh2 bersyukur gw bisa mencapai hattrick tampil 3 kali berturut-turut di pagelaran UKM (Alhamdulillah ya Allah) walaupun dengan sangat terpaksa mengorbankan sisi lain kehidupan gw (baca : kuliah).

Tetap semangat adik2ku… Semoga peringatan DIes Natalis UKM tahun depan dan seterusnya bisa makin sukses. Kalo sekarang kita cuma pake 1/3 Sabuga, mungkin nanti kita bisa pakai 1 Sabuga sekaligus!!!

h1

Wanting to Smile

March 26, 2008

Gw mo pamer foto nih :D

sasa

Eits, jangan salah duga dulu y. Itu bukan foto gw, tapi kakak & kakak ipar gw :-P

h1

Akhirnya… Ayat-ayat Cinta

March 6, 2008

Akhirnya senin yang lalu gw menyempatkan diri untuk nonton film Ayat-ayat Cinta di bioskop. Sebelum film ini rilis di Bandung, udah beredar duluan versi .avi dari film ini. Dengan sengaja gw ga kopi file nya karena konon katanya bersi .avi nya itu bukan versi final yang masih mungkin di-cut sana sini. Takutnya ngerusak mood nontonnya kalo kayak gitu.
So, akhirnya gw ke bioskop dan menyaksikan film tersebut. Setelah film selesai diputar, tahu g apa reaksi gw? Gw ngakak, bener2 ngakak lepas. Karena filmnya terasa mirip sama sinetron hanya diputar di bioskop. Tenang, walaupun gw bilang kayak sinetron, film ini jauh lebih bagus daripada film-film Indonesia pada umumnya (tentu saja di luar film2 macam Naga Bonar Jadi 2, Get Married, Gie dll).
With all do respect, seluruh kru yang terlibat dalam pembuatan film ini sudah berusaha sangat keras (berdasarkan berita yang gw dapat) dengan berbagai keterbatasan yang ada mulai dari dana sampai durasi.
Salah satu hal yang bikin film ini terasa aneh adalah suasananya yang kurang pas. Settingnya terkadang terasa lebih mirip India daripada Mesir. Ada beberapa bagian yang menurut gw sebaiknya diperpanjang dan diperjelas biar feel nya ada, tapi yah kembali ke keterbatasan durasi film itu.
Over all, seperti yang sudah gw duga sebelumnya, film Ayat-ayat Cinta ga bakal mampu menyamai apalagi mengalahkan novelnya. So far, menurut gw film hasil adaptasi buku/novel yang bisa dibilang sukses baru 3 film Lord of the rings.
Someone told me that books and movies are 2 different media and they could never be compared. Tapi gw yakin kita bisa membandingkan kepuasan yang didapat dari membaca sebuah novel dengan menonton film. Dan jelas, gw lebih enjoy baca bukunya, suasana dan karakter tokoh2nya terasa jauh lebih kuat.
Bagaimanapun, tetap salut buat kerja keras Hanung Bramantyo dan kru dalam proses pembuatan film ini.

Kelupaan. My favorite quote from this movie is….

Aku tak sanggup melihat lelaki menangis Maria… :lol:

h1

H+1 after (the so called) valentine’s day

February 20, 2008

“Far too many emotion that taint my soul before my faith
and often I drown in the moment when in the end they all…
Ephemera…”
(Letto, Ephemera, Don’t make me sad)

WARNING!!!
Tulisan ini bukannya bermaksud memperpanjang masalah (karena jelas-jelas masalahnya udah diselesaikan secara baik-baik), cuma lagi pengen mencari sesuatu yang bermanfaat dari masalah ini.

Emang, emosi sesaat itu ga ada gunanya, yang ada cuma bikin susah. Sejak beberapa hari yang lalu gw jadi lebih bisa menghayati lagu yang gw kutip di atas, setelah menyaksikan bukti dari betapa banyak kerugian yang kita bisa terima kalau terhanyut dalam emosi sesaat.
Jumat 15 Februari 2008 yang lalu terjadi suatu peristiwa yang menghebohkan banyak orang (di labtek V). Alkisah tersebutlah sebuah blog, milik salah seorang mahasiswa ITB non-Informatika. Si pemilik blog ini, entah sengaja atau tidak, pada hari yang telah disebutkan me-posting tulisan yang merupakan limpahan kekesalannya terhadap seorang rekan gw di informatika. Sayangnya (mungkin karena terlalu emosi, atau terlalu bersemangat?), tulisan tersebut tanpa disadari malah menyinggung kita semua, bukannya satu orang yang menjadi objek kekesalan si pemilik blog ini. Nah, begitu mengetahui mengenai tulisan ini, sebagian dari kita merasa kesal dan tersinggung. Alhasil mereka ramai-ramai memberi comment pada tulisan tersebut. Apa tepatnya komentar dari mereka gw ga tau, karena begitu gw mengunjungi blog tersebut ternyata posting tersebut sudah menghilang dari peredaran. Biasa, ketinggalan berita :-P
Inti ceritanya sih, suatu masalah kecil yang berawal dari kekesalan pribadi si pemilik blog kepada rekan gw itu berubah menjadi masalah yang jauh lebih besar dengan melibatkan mahasiswa informatika secara umum yang tadinya tidak ada sangkut pautnya dengan masalah itu.
Dengan demikian, penyelesaian masalah pun jadi sedikit lebih rumit. Perwakilan kelompok yang terlibat berbincang-bincang dengan si pemilik blog. Akhirnya masalah ini terselesaikan melalui permintaan maaf si pemilik blog, dan kelompok tersebut pun telah menerima permintaan maaf tersebut (semoga ga ada yang masih ga enak hati nih).
Sekarang mari kita berandai-andai…
Jika saja si pemilik blog tidak terbawa emosi dan posting tulisan kontroversial tersebut di blognya (dimana didalam tulisan tersebut terdapat aksi men-generalisir masalah), ga bakal ada keributan seperti ini.
Dan seandainya, kita lebih bisa mengendalikan nada bicara, ga bakal ada orang yang terpancing emosinya seperti si pemilik blog tadi sampai dia akhirnyamengungkapkan kekesalannya melalui cara yang kurang bijak.
Semuanya berakar pada kontrol emosi… Kenapa sih mengontrol emosi itu menjadi sesuatu yang sangat sulit untuk dilakukan?

“Far too many emotion
That taint my soul
Before my faith
And often i drown in the moment
Where every path i take seem
The only on the right direction ..

So, I’m growing old but life doesn’t seem as pretty
with sometimes life as not an endless sea
(blue as the sea, blue as the sky)
everywhere I look, everywhere I turn
everytime I grow and everytime I burn
I should not mind to mourn
Sometimes it’s just ephemera…”

h1

Suatu hari di selasar Labtek V

February 1, 2008

Suatu hari terjadi percakapan antara seorang mahasiswa dan dosennya di selasar gedung kuliah. Percakapan tersebut kurang lebih  sebagai berikut :
Dosen(D) : Kamu anak IF? (Informatika, red)
Mahasiswa(M) : Iya, Bu.
D : Kalo jalan itu di sebelah kiri.
M : Oh… maaf, Bu. Terima kasih.

Singkat memang, tapi cukup berkesan. :)
It makes me think… Ada berapa orang dosen (atau untuk lebih umumnya pengajar) yang benar-benar menjalankan perannya bukan hanya untuk mengajar tapi juga mendidik? Mereka yang ga hanya memberi pengetahuan kepada siswa-siswinya di bidang akademik tapi juga memberi nasehat, teguran atau apapunlah yang membentuk tingkah laku siswa-siswinya. Gw rasa ga banyak. Mungkin banyak yang mencoba, tapi sepertinya ga banyak yang berhasil dan memang ga mudah untuk melakukannya.
Kalo boleh jujur, dari TK sampai kuliah sekarang ini gw cuma menemukan kurang dari lima orang yang mampu menjalankan perannya mendidik disamping mengajar dengan baik.
Untuk mereka, guru-guru dan dosen gw, orangtua gw yang telah mendidik gw sampai sekarang……….

TERIMA KASIH :D

h1

Baralek Gadang 2007

December 13, 2007

Baru saja melewati euphoria Baralek Gadang UKM 2007 (baca : Pelantikan anggota baru UKM 2007). Jadi pengen cerita…

Berikut adalah gambaran peristiwa yang terjadi pada sabtu minggu, 8-9 Desember 2007 :

  1. Pemberangkatan
    Kumpul jam 4 sore, berangkatnya sekitar jam 5. Di jalan pake acara nyasar lagi… Padahal ini bukan pertama kalinya UKM bikin acara di Sukatinggi… Untung aksi heroik Mul berhasil menyelamatkan kita :D
  2. Briefing
    Standarlah ya… walaupun sempat ada suatu kejadian yang bikin gw kehilangan kata-kata :D
    Yang ikut briefing cuma 9 orang, tapi waktu di posko anggota sampai ada 30 orang lebih. Kapan Indonesia bisa maju kalau kayak gini terus… Masih mending kalo alasannya emang masuk akal bukannya sengaja dibuat-buat…
  3. Round 1
    Masih rada percobaan. Sesuai rencana, peserta ditarik satu-satu sama anggota posko. Gw sama Welly yang udah janji mau partner-an rada bingung mo narik yang mana. Di tengah kebingungan kita itu tiba-tiba seorang peserta menghampiri gw trus bertanya :
    “Ni Shinta posko apo namonyo ko?” (translation : Kak Shinta, ini namanya posko apa?)
    Gubrak! Kan mestinya gw yang narik bukannya malah mereka yang nyamperin… Berhubung awalnya udah kaget duluan dan emang masih dalam rangka percobaan, kita ga sukses nih menyudutkan peserta.
  4. Round 2
    Udah dapat pengalaman dari kelompok sebelumnya, udah punya ancang-ancang lebih baik. Tapi masih kurang sukses karena ga banyak nemu kesalahan si peserta. Disini, Jack ikut nimbrung sama kita, jadilah 3 lawan 1 sama peserta.
  5. Round 3
    Untuk pertama kalinya narik peserta cowok (berhubung di tim sekarang udah ada cowoknya). Belum apa-apa pesertanya udah bisa disudutkan. Tapi lagi asyik2nya ada seorang senior yang nimbrung. Flow yang udah kita bikin rada rusak nih, soalnya dia ngomongnya lembut banget (walaupun tetap menusuk). Tapi… bolehlah…
  6. Round 4
    Kali ini gw ganti partner sama ni Towet. Dapetnya malah anak Bukittinggi, satu almamater lagi sama gw. Jadi rada susah mo marah-marah…
  7. Round 5
    Kesan pertama gw : PUSING. Terlalu banyak yang ngomong. Semua ingin ikut ambil bagian di kelompok ’spesial’ ini. Kali ini Welly narik peserta cowok, dan ternyata tanpa disangka-sangka si peserta ini jadi mangsa empuk buat kita. Sayangnya baru mo mulai menangani dia, gw dipanggil Alex untuk pindah ke tim dia berhubung mereka ga punya cewek. Yasud, gw pindah. Beruntungnya gw, disini gw dapat coklat… (Da Rian maksudnya mo ngebujuk peserta yang lagi nangis tapi gw jadi kecipratan juga :-P).
  8. Prosesi Pelantikan
    Disini gw udah mulai ngantuk. Bahkan sandiwara seru antara panitia vs. swasta+alumni pun ga bisa menghilangkan kantuk gw. Padahal menurut pengakuan peserta, bagian ini cukup bisa mempermainkan perasaan mereka…

Overall… lumayan lah… Walaupun ada sejumlah insiden mengecewakan yang terjadi selama acara, gw lumayan puas. Asyik tuh jalan-jalannya.

h1

21

October 2, 2007

Barangkali udah banyak yang ngalamin kejadian kayak gini :

Lagi jalan (biasanya sendirian) trus ketemu orang g dikenal yang tiba2 nanya2 jalan (biasanya daerah yang rada jauh, misalnya cimahi atau jatinangor) trus ujung2nya bilang uangnya ga cukup buat ongkos ke tempat tujuan yang td dya tanyain itu.

Standarlah ya kayak gitu. Tapi kemarin gw ngalamin sesuatu yang gw ga tahu itu lucu atau gimana. Begini ceritanya….

Hari minggu kemaren, gw lg nunggu angkot caringin di daerah tamansari. Nah tiba2 si bapak ini datang trus nanya Jatinangor itu dimana, masih jauh ga. Ya terang gw bilang masih jauh. Berhubung mo beramal gw kasih tau ke Jatinangor itu pake Damri yang naiknya di DU. Trus si bapak itu balik nanya kalo ongkos kesana berapa, 2 rb cukup ga? Mencium gelagat ga bener ini gw jawab aja g tahu, eh dia malah minta gw nambahin uangnya 3500 lg (padahal katanya ga tau tuh ongkos ke jatinangor berapa…) gw cabut secepatnya setelah bilang ga bisa ngasih.

Sampai disini masih biasalah kejadiannya. Yang bikin beda itu, ternyata seninnya waktu mo pulang k kos. Gw ketemu orang lagi yang nanya pertanyaan yang persis sama, dan ternyata setelah gw liat baik2…. ternyata orangnya masih si bapak yang kemarin.

Duh pak, ga inget y kan kemarin udah ketemu saya

Kreatif dikit deh pak, jangan nanyanya jatinangor mulu, ganti kopo kek atw apa kek :D

h1

Penampilan paling ga banget….

July 27, 2007

Seharusnya ini udah di posting dari kemarin2 tapi ga sempat euy… Jadilah postingan ini rada out of date.

Gw ga tau cara menyingkat postingan ini, so…. gw tetap cerita panjang lebar deh… :D

Beberapa hari yang lalu gw mengalami penampilan yang sangat menakjubkan
Semuanya, mulai dari persiapan latihan, kostum sampai penampilan, ada aja yang aneh.

One by one deh…. Latihan dulu. Latihan yang ini bener2 ga biasa. Kita latihan bareng orang2 baru yang style-nya bisa dibilang amat sangat tidak UKM sekali tapi minta kita ngiringin mereka nari pake lagu Minang. Sumpah ga banget…. Penari2nya si C*** (klien kita, red) itu lho….. Ya ampun… gw sampai kehilangan kata2 untuk menggambarkan mereka.

Itu latihan ya…. Setelah latihan kita langsung diajak gladi. Kalo ini sih ga ada yang aneh (disamping apa yang udah gw sebutin sebelumnya tentu). Waktu ditanya soal kostum, si C*** bilang mereka udah nyiapin kostum buat kita. Sebenarnya gw udah punya perasaan kurang enak soal ini, tapi berhubung ini memudahkan BRT, yah oke lah.

Next, hari-H. Kita ngumpul jam 4, mo checksound katanya…. Tapi udah lewat setengah jam si C*** masih belon keliatan. Akhirnya kita checksound tanpa si C***. Beres checksound kita mesti siap2 nampil nih. Waktu latihan kemarin, si C*** janjinya mo ada yang ngurusin kita soal make up dan kostum. Tapi udah mo Magrib, makhluk yang namanya C*** masih belum juga keliatan. Dan ternyata ga cuma kita yang nyari2 dia. Dipikir2, kalo mesti nungguin dia datang, bisa2 kita ga sempat berkostum dengan rapi. So, kita mutusin untuk make up sendiri (as usual) dan tinggal nungguin si C*** datang dengan kostum yang dia janjikan.

Akhirnya, sekitar setengah tujuh si C*** yang dinanti2 itu pun datang dan ngasih kostum yang dia janjiin ke Miaw. Awalnya kostum cowok… kesan yang gw dapat lumayan keren, kesannya melayu banget. Tapi kostum cewek masih blon keliatan nih.

Setelah menunggu beberapa saat Miaw datang lagi bawa kostum cewek dengan tampang bingung. Pas ketemu aku dia langsung bilang, ntar kita omongin dulu soal kostumnya bareng2. Dan… akhirnya gw liat juga kostum aneh itu. Kostum yang kayak jala buat nangkep ikan dengan renda2 anehnya itu. Kayaknya si C*** salah perkiraan deh, kita mana mau pake baju kayak gitu. Gile aja… Gimana mo megang stik talempong kalo tangan kita ketutup sama lengan baju yang rendanya menjuntai sekitar setengah meter dari pergelangan tangan itu. Untungnya ternyata kostumnya ga cukup buat gw, jadi kita punya alasan untuk nolak kostum itu. Kita ngotot mo pake kostumnya UKM aja. Biar gimanapun gw lebih milih pake baju kurung dong dibanding kebaya jala nelayan itu. Setelah Wanda ngomong sama C***, kita dibolehin pake kostum UKM. Yes!!! Akhirnya bisa tampil dengan tenang.

Tapi… ternyata itu bukan masalah terakhir. Masalah terakhirnya adalah…. Kita mesti main satu lagu (judulnya “Mano Sagalo”) berulang2 untuk mengiringi wisudawan nya dipanggil satu persatu untuk dikasih penghargaan dan foto bareng. And how long that could’ve been? Ga bakal lama kalo wisudawannya cuma sekitar 20-30 orang. Tapi, ternyata wisudawannya itu sekitar 70-80 orang. So, bayangin aja berapa lama kita mesti ngulang lagu yang sama untuk itu. Kalo ada yang bertanya2 apa masalahnya sih main lagu yang sama selama itu? Masalahnya, lagu ini satu serinya itu durasinya kurang dari 2 menit (malah mungkin cuma 1 menit lebih dikit) dan lagunya itu mellow banget. Kalo main lagu ini kelamaan bisa bikin ngantuk. Biasanya, kita cuma mainin 2 sampai 3 seri. Mentok2nya paling 4 seri. Nah, mari berhitung. Anggap satu seri lagu ini emang 2 menit dan kita disuruh ngisi slot waktu setengah jam, berarti minimal kita mesti main 15 seri. Itu kalo emang cuma 30 menit lho.

2-3 seri pertama, kita masih main dengan sepenuh hati. Masih semangat. Seiring berjalannya waktu, mulai keliatan bosannya. Bahkan temen2 yang jadi official dan cm ngeliatin kita pun mulai keliatan bosannya. Ngeliat tampang tersiksa kita, mereka mulai mencoba senyum dan ngasih semangat gitu, tapi tetep aja ga ngaruh banyak.

Sungguh penampilan yang amat sangat ga banget!

h1

Seandainya… seandainya… dan seandainya…

July 10, 2007

Hmm… sebenarnya aku ga yakin mo nulis apa,
tapi berhubung pengen nulis lagi
(baca : nge-junk di tengah jam KP)

Waktu liat comment nya si Ramskid kemarin,
aku tiba2 teringat akan kejadian kemarin.
Sumpah ga bakal lagi aku ngelakuin yang kayak gitu.
Ga mau…

Kemarin pun, kalo ga gara-gara emang terpaksa banget…
Kalo ga demi kelangsungan unit ku tercinta, ga bakal aku mau…
(yang ini kayaknya hiperbolik deh :D)

Semua gara-gara dia…
Seseorang yang sudah dari pertengahan semester kemarin membuatku kesal…
Seseorang yang sempat bikin aku pengen nampar muka sok tak bersalahnya itu…
Seseorang yang bahkan setelah kita sidang bareng-bareng, tetep aja ga sadar-sadar…
Menyebalkan…

Kenapa aku menyalahkan dia?
Bukannya mencari kambing hitam, tapi emang dia kambing hitam kok
Eh, maksudnya emang ini gara-gara dia.

Seandainya dia ada waktu itu…
Seandainya dia bisa tampil hari itu (instead of pulang ke padang)
Aku ga harus ngegantiin posisi dia…
Aku ga bakal ngelakuin hal itu…
Karena aku ga pengen
dan lebih penting lagi, aku ga suka

So, who the hell is she to make me do what I don’t want to do?
I hope that she’ll realize that she need to give a little more respect to others
Especially the ones who put their trust on her…
She can’t just screwed up everytime people expect her to help…
I hope it will happen soon…

h1

Now…. focus please….

June 14, 2007

Lagi ngerjain tugas KP sambil nungguin nilai2 gw keluar semua…. Tapi malah nge-blog lagi

Boring nih, lagi ga niat mikir. Soalnya sekarang pikiran gw lagi fokus sama gimana caranya biar bisa ngelanjutin nonton CHARMED :D (Ga mutu banget yak…) Yah, gw sadar kl gw emang mesti ngerubah itu. Gimana kerjaan mo beres kl pikirannya cuma fun… fun… and fun…. Sulit memang….

Udah dari dulu gw usahain biar bisa fokus kl lagi ada kerjaan serius (baca : tugas) , tapi susah banget buat behasil. Sejauh ini tingkat kesusksesan gw untuk serius ke kerjaan kurang dari 30%. Malah kl bener2 diproses itung2annya mungkin ga nyampe 25%. Parah……

Gimana sih biar bisa fokus?